Pilates

Pilates, Jadikan Gaya Hidup Lebih Sehat dan Jauh dari Stres

Pilates dan yoga kerap diartikan sebagai olahraga yang sama. Padahal, keduanya sangat berbeda jika dilihat dari praktiknya. Diketahui, Pilates merupakan salah satu bentuk latihan ringan yang bertujuan untuk memperkuat otot sekaligus meningkatkan keselarasan dan juga kelenturan postur tubuh. Bisa dikatakan, setiap gerakan Pilates ini cenderung menargetkan pada intinya.

Umumnya, senam Pilates bisa dilakukan dengan ataupun tanpa alat. Setiap gerakannya selalu melibatkan gerakan yang tepat dan lambat sembari mengontrol napas. Menurut para ahli, olahraga ini juga sering dikatakan sebagai metode pelatihan seluruh tubuh yang bisa membantu Anda untuk melakukan segala aktivitas dengan lebih baik.

Pilates juga bisa memperkuat sekaligus menstabilkan tubuh yang sehari-harinya dijadikan pondasi sehingga bisa bergerak lebih efisien. Bahkan, olahraga ini bisa memperbaiki fleksibilitas, mobilitas, dan juga postur tubuh.

Dalam satu sesi latihan Pilates biasanya membutuhkan waktu sekitar 45-60 menit. Meski setiap gerakannya tergolong pelan dan tidak membutuhkan tempat super luas seperti cardio, olahraga satu ini nyatanya memiliki dampak cukup besar bagi tubuh. Bahkan, bukan tak mungkin Anda bisa terhindar dari stres karena melakukan olahraga satu ini secara rutin.

Fakta tentang Pilates yang wajib diketahui

pilates

Ketahuilah, penting bagi Anda untuk mengetahui terlebih dulu jenis olahraga yang hendak dilakukan. Apakah olahraga tersebut memang benar-benar cocok dengan kebutuhan atau apakah Anda menyukai gerakan dan juga jenis latihannya? Oleh sebab itu, coba simak dulu beberapa fakta seputar Pilates berikut ini.

Ada dua jenis Pilates yang paling umum dilakukan

Jika Anda merupakan seorang pemula dalam olahraga Pilates ini, sebaiknya ikuti dulu kelas khususnya dengan instruktur terpercaya. Biasanya, kelas olahraga ini dibagi dalam dua jenis berbeda. Pertama adalah kelas Pilates yang menggunakan matras dan kedua adalah Pilate Reformer.

Sesuai dengan namanya, kelas Pilates matras menggunakan matras yang lebih tebal jika dibandingkan dengan yoga pada umumnya. Hal ini bertujuan untuk meredam titik-titik tekanan pada tubuh.

BACA JUGA  Tinggi Kolesterol Tapi 7 Makanan Ini Tetap Masih Aman Untuk Dikonsumsi Sehari-Hari

Sementara pada kelas Pilates Reformer, alat yang digunakan berupa mesin reformer. Diketahui, alat satu ini adalah platform geser yang dilengkapi dengan foot bar stationer, katrol, dan pegas yang mampu memberikan resistansi.

Pada dasarnya, kedua jenis Pilates ini memiliki konsep yang tak jauh berbeda. Keduanya sama-sama fokus pada otot dengan gerakan repetisi tanpa akhir. Pada Pilates, setiap otot tubuh akan bekerja untuk mengangkat sekaligus melawan gravitasi.

Namun khusus pada reformer, Anda juga akan melawan resistensi dari pegas yang tujuannya untuk memperkuat setiap otot pada tubuh.

Terlepas dari jenis kelas Pilates mana yang hendak Anda pilih, pastikan saja instruktur kelas tersebut tahu bahwa Anda adalah seorang pemula. Dengan demikian, sang instruktur akan mengawasi dan akan memberi gerakan alternatif sesuai kemampuan serta bentuk tubuh masing-masing.

Deretan alat bantu Pilates yang perlu digunakan

pilates

Secara umum, banyak kelas matras Pilates yang tidak membutuhkan peralatan olahraga apapun selain matras yang biasa disediakan. Namun di kelas lain bisa menggunakan peralatan yang berbeda. Biasanya, peralatan ini akan digunakan oleh para pecinta Pilates yang mengikuti kelas lanjutan seperti, intermediate dan advance.

Salah satu alat untuk Pilates yang paling umum digunakan adalah wunda berupa kursi rendah yang memiliki bantalan dan pegas. Kemudian, ada juga Cadillac yang terlihat seperti tempat tidur berbingkai kanopi yang digunakan diberbagai acara untuk kelas advance. Ada juga spine corrector dan The Magic Circle yang berupa cincin untuk diletakkan di antara kedua kaki supaya ada perlawanan. Biasanya, The Magic Circle ini juga disebut dengan resistance band.

Efek yang muncul setelah melakukan Pilates

Setelah melakukan senam Pilates, biasanya otot-otot tubuh Anda akan terasa kencang dan sedikit sakit. Bahkan, ada juga yang ototnya terasa seperti terbakar setelah pertama kali melakukan olahraga satu. Namun ketahuilah, efek yang muncul ini sebenarnya sangat wajar terjadi.

Meski Anda mungkin tidak melakukan latihan dengan intensitas tinggi seperti mengangkat dumbbell berat ataupun squat jump, sebagian besar rutinitas berat badan yang ditawarkan oleh Pilates ini memang sangat intens.

Latihan yang fokus hingga ke gerakan sekecil apapun bisa melatih otot secara maksimal. Menariknya, hal semacam ini juga bisa mengatasi nyeri otot yang berlebihan setelah berolahraga. Jadi jangan khawatir, meski rasa sakit di tubuh baru muncul di hari berikutnya, ketika Anda melakukan olahraga ini secara rutin maka tubuh akan terbiasa dengan gerak Pilates tersebut seiring berjalannya waktu.

BACA JUGA  Kebiasaan Buruk Selama Ramadan yang Memicu Penyakit Jantung dan Diabetes

Pilates terbukti mampu melatih beberapa kelompok otot tubuh

Pilates

Setiap gerakan yang ada pada Pilates ternyata tak sekadar terbatas pada bagian tubuh tertentu. Perlu diketahui, olahraga satu ini sangat fokus pada inti tubuh, tapi bukan hanya di sekitar area otot perut saja.

Walaupun Pilates secara khusus hanya didefinisikan sebagai latihan untuk bagian otot inti ataupun perut saja, tetapi olahraga satu ini juga meliputi seluruh tubuh. mulai dari punggung, perut, pinggul, hingga paha dalam dan luar.

Gerakan Pilates untuk kelas pemula

Sebenarnya, ada beberapa gerakan latihan yang umumnya dilakukan para penggemar Pilates untuk kelas pemula. Di antaranya sebagai berikut:

  • The Hundred

Gerakan satu ini merupakan latihan pernapasan yang menargetkan kekuatan serta stabilitas inti tubuh Anda.

  • The Roll Up

Pada jenis gerakan Pilates satu ini, Anda diharuskan untuk melakukan beberapa gerakan lambat dan tepat demi meregangkan tulang belakang serta bagian belakang tubuh. Tak lupa juga untuk memperkuat perut.

  • Leg Circles

Untuk gerakan Pilates selanjutnya adalah leg circles yang merupakan gerakan untuk memperkuat pinggul dan juga penstabil inti.

  • Rolling Like a Ball

Sesuai dengan namanya, gerakan Pilates ini juga disebut sebagai gerakan berguling seperti bola untuk memijat bagian tulang belakang sekaligus membuka punggung.

  • Set Five

Gerakan Pilates ini disebut juga sebagai sekelompok gerakan yang bertujuan untuk memperkuat otot perut dan punggung Anda.

Pilates juga harus menggunakan pakaian olahraga

pilates

Meski terdengar sepele, tapi Anda sangat disarankan untuk menggunakan pakaian olahraga yang nyaman supaya membentuk badan dan tidak longgar saat melakukan Pilates ini. Dengan begitu, tubuh bisa bergerak lebih bebas dan membantu otot-otot semakin kencang. Misalnya seperti menekan perut, bokong, hingga otot di bagian paha.

Jangan lupa juga untuk memilih pakaian olahraga dengan bahan yang mudah menyerap keringat. Dengan begitu, Anda bisa lebih nyaman saat melakukan Pilates ini di mana dan kapan saja.

Demikian tadi sekilas informasi mengenai Pilates yang bisa membuat hidup lebih sehat dan jauh dari stres yang perlu Anda ketahui. Ingat, Anda tidak boleh lupa untuk selalu melakukan gerakan warming up atau pemanasan sebelum memulai gerakan olahraga ini. Lalu, sertakan juga gerakan cooling down setiap selesai melakukannya supaya Anda terhindar dari risiko cedera. Selamat mencoba!

 

Tentang nezzumia

Check Also

gaya hidup sederhana yang bikin bahagia

5 Gaya Hidup Sederhana yang Bisa Bikin Bahagia!

Rumus kebahagiaan seseorang itu berbeda-beda, karena untuk mendapatkan perasaan bahagia itu ada banyak caranya. Tidak …