Kisah Piatu Kakak Beradik Menjadi Pemulung untuk Bisa Makan

Seringkali, diantara kita banyak yang tidak pernah menghabiskan makanan. Membeli makanan diluar dengan harga mahal.

Wajar? Untuk kita yang mempunyai banyak uang dan berkecukupan memang iya. Tapi tidak untuk beberapa orang.

Cerita ini mengingatkan pada kisah hidup dua orang anak, kakak beradik. Hidup dalam kemiskinan adalah nasib, bisa di ubah yang tidak tahu kapan selama usaha demi usaha tak pernah menyerah dilakukan. Namun, hidup tanpa kehadiran ibu adalah takdir dari yang maha kuasa.

Sejak ibunya meninggal, ayahnya pergi entah kemana. Kini, Nur Hafizah (12) dan Fadlan (10) harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menjadi pemulung bukan keinginannya, tentu saja. Di usia-usianya, banyak lalu lalang anak bermain, bepergian dengan keluarga atau sibuk mengenyam ilmu.

Rupanya, Fadlan bukan satu-satunya adik Hafizah. Lantas ia masih mempunyai dua adik lainnya yang masih kecil dan kakek neneknya yang kini merawatnya bersama adik-adiknya.

Ibunya meninggal seminggu setelah melahirkan adik bungsunya, dua tahun lalu.

Biasa di panggil Fizah, bersama adiknya Fadlan yang Alhamdulillah masih tetap sekolah. Oleh karena mimpinya tak ingin putus sekolah, mereka akan bekerja mencari rongsok sepulangnya.

Mereka biasa memulai mencari rongsok pukul 14.00 sampai jam 17.00. Kalau sedang tidak sekolah, mereka biasa pergi jam 09.00 sampai jam 12.00 dan pulang untuk istirahat dan sholat.

Upah yang tak seberapa, setiap harinya mereka mengantongi hanya 5000 saja. Makan sepiring berempat tentu membuat mereka sering menahan sakit dan lapar.

Sementara sang kakek hanya bekerja sebagai buruh sraburan dengan upah 15-20ribu/hari. Bahkan itupun jika ada yang membutuhkan jasanya. Sang nenek lah yang menjaga kedua adiknya yang masih kecil.

#PejuangKebaikan begitulah kisah Fizah dan Fadlan. Sediakah kiranya dengan ikhlas memberikan sedikit risky untuk mereka?

Bagi anda yang ingin memberikan donasi, bisa melalui link berikut ini:

Donasi Online Faizah & Fadlan, Kakak Beradik yang Piatu

BACA JUGA  Seorang Wanita Menyesal Menikahi Pria Seumuran Ayahnya, Apa Penyebabnya?